Salamwaras. com KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjalin kerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., dan Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, S.P., M.P., di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Senin (12/10/2026) siang.
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sekaligus merupakan bentuk komitmen daerah dalam mendukung perhatian pemerintah pusat terhadap ketahanan pangan berkelanjutan melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services – Scaling Up Intervention (YESS-SI).
“Tentu ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan pertanian di Kabupaten Pekalongan. Kita menjadi satu supporting system bersama untuk mendukung perhatian pemerintah pusat. Masalah ketahanan pangan menjadi konsentrasi penuh Bapak Presiden dan ditindaklanjuti oleh Menteri Pertanian melalui Program YESS-SI,” ujar Sukirman.
Sukirman mengungkapkan, luas panen padi di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2025 mencapai 40.923 hektare dengan produksi sekitar 213.561 ton. Pemkab juga telah menetapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 17.261,97 hektare. Namun, ancaman keterlibatan generasi muda masih menjadi tantangan utama. Sebagian besar petani saat ini berusia lanjut, sementara minat pemuda di sektor pertanian relatif rendah.
“Lahan yang dilindungi terancam tidak tergarap jika tidak ada proses regenerasi. Melalui Program YESS-SI, kita harapkan pemuda desa usia 17–39 tahun termasuk yang putus sekolah, penyandang disabilitas, dan di wilayah terpencil tertarik mengembangkan usaha tani,” tegasnya.
Untuk mendukung suksesnya program ini, Plt. Bupati Sukirman meminta untuk dibentuk tim koordinasi tingkat kabupaten, memperkuat kelembagaan, serta mengintegrasikan Program YESS ke dalam dokumen perencanaan daerah. Forum multipihak juga akan dibentuk bersama sektor perbankan, dunia usaha, penyuluh, dan lembaga pendidikan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Dr. H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Polbangtan Yoma merupakan salah satu target yang berhasil direalisasikan pada tahun 2026.
“Kalau biasanya MoU dengan perguruan tinggi itu biasanya coverage-nya hanya Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tapi setelah kita lihat tentang program YESS-SI, insya Allah manfaatnya luar biasa, dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui kegiatan MoU ini insyaallah siap untuk melaksanakan dengan baik, sesuai komitmen kita semua,” katanya.
Lebih lanjut, Akbar menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi kesempatan yang perlu dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Pekalongan.
“Dan ini yang menjadi salah satu unggulan kalau ini bisa kita lakukan dengan baik, karena tidak semua kabupaten kota bisa melaksanakan. Jadi kita tidak akan melewatkan. Artinya pembangunan pertanian harusnya ya di Pekalongan mestinya bisa makin membaik ke depannya. Karena apapun PDRB, struktur perekonomian Kabupaten Pekalongan, pertanian ini masih ada di tiga besar. Apalagi untuk tenaga kerja yang berangsur dari sektor pertanian itu salah satu yang tertinggi juga di samping sektor industri pengolahan,” ungkapnya.
Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, S.P., M.P., menjelaskan bahwa sebelum MoU tersebut dilaksanakan pihaknya telah terlibat dalam kegiatan pertanian di Kabupaten Pekalongan sejak tahun sebelumnya, terutama melalui pembentukan Brigade Pangan dan penerjunan mahasiswa untuk mendampingi pelaksanaannya.
“Jika MOU biasanya berujung pada KKN, kami justru sudah lebih dahulu bekerja di Kabupaten Pekalongan sejak tahun lalu, khususnya dalam pembentukan Brigade Pangan. Kami ditunjuk Kementerian Pertanian sebagai penanggung jawab Brigade Pangan di 20 kabupaten di Jawa Tengah dan telah menerjunkan mahasiswa untuk mendampingi Brigade Pangan,” ujarnya.
Hermawan berharap, setelah penandatanganan MoU, kerja sama dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata di lapangan. Salah satunya melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Services (YESS) yang dimulai pada 2019 melalui pendanaan International Fund for Agricultural Development (IFAD) di empat provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
“Setelah dievaluasi 5 tahun dianggap berhasil, kemudian oleh IFAD mempercayakan lagi kepada Pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Pertanian untuk memperpanjang kerja sama yaitu dengan program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services – Scaling Up Intervention (YESS-SI). Jadi merupakan kelanjutan dari program YESS, yaitu ada di 5 provinsi, salah satunya adalah DIY dan Jawa Tengah,” jelasnya.
Untuk pelaksanaan program di wilayah DIY dan Jawa Tengah, Hermawan mengatakan bahwa koordinasi anggaran dilakukan melalui Polbangtan Yoma. Berdasarkan hasil kajian yang melibatkan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu daerah yang dipersiapkan sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.
“Berdasarkan hasil review, telah terpilih empat Kabupaten, yakni Kabupaten Pekalongan, Banyumas, Magelang, dan Gunungkidul. Sementara itu, satu kabupaten tambahan masih dalam tahap seleksi akhir oleh Kepala Badan,” ujarnya.
Hermawan menjelaskan, program YESS-SI akan berfokus pada penumbuhan petani muda. Secara keseluruhan, program tersebut menargetkan penumbuhan ribuan petani muda.
“Jadi program YESS-SI ini merupakan intinya adalah program penumbuhan petani muda. Jadi kita ditarget oleh IFAD Itali itu 34.000 penumbuhan petani muda. 34.000, sehingga 34.000 kita jabarkan kembali ke 5 kabupaten, salah satunya adalah Kabupaten Pekalongan dengan target 6.000 selama 3 tahun,” jelasnya.
Menurut Hermawan, target tersebut membutuhkan perencanaan dan kolaborasi antara Polbangtan Yoma dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, pendataan calon penerima manfaat atau Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) akan mulai dipersiapkan pada 2026 sebagai tahap awal sebelum program berjalan secara penuh pada 2027,
“Nanti kita pikirkan bersama Bapak Plt. Bupati, Bapak Sekda, dan Bapak Kadis, karena target 6.000 petani muda ini tidak mudah. Mulai tahun ini, kita akan melakukan CPCL untuk mendata calon peminat yang ingin menjadi petani muda. Setelah penandatanganan MoU ini, kami akan segera melakukan CPCL. Kegiatannya meliputi pelatihan, magang, dan sebagainya, dengan tahap akhir berupa hibah kompetitif,” katanya.
Hermawan menyampaikan bahwa pihaknya akan meminta dukungan data dari sejumlah perangkat daerah untuk mengidentifikasi calon penerima manfaat program, dengan sasaran masyarakat berusia 17–39 tahun. Data tersebut meliputi penyandang disabilitas dan anak-anak panti dari Dinas Sosial, pelajar yang berminat di bidang pertanian dari Dinas Pendidikan, pelaku UMKM, serta data kepemudaan, ketenagakerjaan, pengangguran, dan kemiskinan dari perangkat daerah terkait. Seluruh data tersebut akan dikolaborasikan dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk disusun menjadi data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) penerima manfaat. Selanjutnya, data akan dikaji dan dipersiapkan agar kegiatan pelatihan dapat dimulai pada 1 Januari 2027. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan






