Sahabat NKRI Cup I Bergulir di Lebakbarang, Dandim 0710/Pekalongan Tekankan Sportivitas dan Persatuan

SALAMWARAS, PEKALONGAN — Lapangan olahraga di Desa Lebakbarang, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, menjadi titik berkumpulnya semangat olahraga dan kebersamaan masyarakat melalui Turnamen Bola Voli Sahabat NKRI Cup I.

Turnamen perdana tersebut resmi dibuka oleh Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi, dalam suasana penuh antusiasme masyarakat dan para peserta.

Bacaan Lainnya

Kehadiran orang nomor satu di jajaran Kodim 0710/Pekalongan itu bukan sekadar seremoni pembukaan. Di tengah kompetisi olahraga yang mempertemukan para pemain dari berbagai tim, turnamen ini membawa pesan yang lebih besar: olahraga harus menjadi ruang mempererat persaudaraan, bukan arena mempertajam perbedaan.

Sahabat NKRI Cup I diharapkan mampu menjadi wadah positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan energi, mengembangkan bakat olahraga, sekaligus membangun karakter melalui kompetisi yang sehat.

Bola voli memang berbicara tentang skor, kemenangan dan kekalahan. Namun jauh di atas itu, ada nilai yang tidak boleh hilang: sportivitas, disiplin, kebersamaan dan penghormatan terhadap lawan.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika kegiatan olahraga masyarakat kini tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kohesi sosial di tingkat desa.

Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi sendiri baru mengemban amanah sebagai Dandim 0710/Pekalongan pada Juni 2026. Ia menggantikan Letkol Arm. Ihalauw Garry Herlambang.

Kehadirannya dalam pembukaan turnamen di Lebakbarang sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi dan kedekatan aparat teritorial dengan masyarakat hingga ke tingkat desa.

Sahabat NKRI Cup I bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara.

Lebih penting dari itu, turnamen ini harus mampu meninggalkan jejak: bahwa dari sebuah lapangan desa, semangat persatuan dapat tumbuh; dari sebuah pertandingan, persaudaraan dapat diperkuat; dan dari kompetisi, karakter generasi muda dapat ditempa.

Sebab pada akhirnya, NKRI tidak hanya dijaga dengan slogan. Ia dirawat melalui kebersamaan, gotong royong dan kemampuan masyarakat untuk tetap bersatu meski berbeda pilihan dan kepentingan.

Dan Lebakbarang hari ini menunjukkan satu hal sederhana: persatuan bisa dimulai dari mana saja—bahkan dari sebuah lapangan bola voli.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *