Dari Momentum Pembebasan Rekan, B120 Tegaskan: Humanis Polres Gowa Jadi Kunci Kepercayaan Publik

Salam Waras, Gowa — Momentum pembebasan salah satu rekan The Legend 120 (B120) di Kabupaten Gowa tidak hanya menjadi peristiwa administratif, tetapi juga ruang penegasan sikap tentang arah ideal penegakan hukum di tengah masyarakat.

B120 menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., atas pendekatan yang dinilai terbuka, humanis, dan mengedepankan komunikasi tanpa sekat dengan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Sikap tersebut dinilai mencerminkan wajah kepolisian yang tidak hanya berdiri pada aspek kekuasaan hukum, tetapi juga pada keberanian merawat kepercayaan publik melalui pendekatan kemanusiaan.

Kapolres Gowa sebelumnya menegaskan bahwa polisi yang kuat adalah polisi yang mampu menyentuh hati masyarakat.

Pernyataan itu, dalam pandangan B120, tidak berhenti sebagai slogan, tetapi terlihat dalam praktik kepemimpinan yang membuka ruang dialog dan meredam ketegangan sosial secara persuasif.

Ketua The Legend 120 (B120), Rusdi (Udi), menegaskan bahwa kepercayaan publik tidak lahir dari narasi, melainkan dari tindakan nyata aparat di lapangan.

“Polisi bukan sekadar penegak aturan, tetapi penjaga rasa aman. Dan rasa aman itu hadir ketika masyarakat diperlakukan secara manusiawi, tanpa jarak dan tanpa tekanan yang berlebihan,” tegasnya.

Ia juga menilai, pendekatan yang ditunjukkan dalam momentum tersebut menjadi contoh bahwa penegakan hukum dapat berjalan seiring dengan komunikasi sosial yang sehat dan berkeadilan.

“Kami menyaksikan langsung bagaimana pendekatan yang dilakukan tidak membangun jarak, tetapi justru meredakan sekat. Ini penting, karena hukum yang baik adalah hukum yang bisa dirasakan kehadirannya, bukan ditakuti,” lanjut Rusdi.

B120 menegaskan bahwa institusi kepolisian ke depan perlu terus memperkuat paradigma humanis dalam setiap tindakan, tanpa mengurangi ketegasan hukum itu sendiri.

Sebab menurut mereka, ketegasan tanpa pendekatan kemanusiaan hanya akan menciptakan jarak sosial, sementara ketegasan yang dibalut humanisme akan melahirkan legitimasi dan kepercayaan publik.

“Hukum yang keras tanpa hati hanya akan melahirkan ketakutan. Tetapi hukum yang tegas dan humanis akan melahirkan kepercayaan,” tutup Rusdi (Udi), Ketua The Legend 120 (B120).

Pos terkait