Salam Waras, Sinjai – Sulsel. Proyek jalan senilai Rp25,3 miliar di Kabupaten Sinjai kembali menjadi sorotan tajam publik.
Pekerjaan rekonstruksi jalan paket 2 tahun 2023 yang mencakup ruas Bonto–Lappadata, Gareccing–Dada, Banoa, Serre–Caboro, hingga Topangka–Amessing, dinilai buruk kualitasnya dan rusak sebelum waktunya.
Proyek tersebut digarap oleh PT Catur Jaya Prima Sejahtera dengan sumber dana Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023, masa pelaksanaan 180 hari kalender (5 Juni–31 Desember 2023), dan nilai kontrak mencapai Rp25.338.198.534.
Namun, hasil di lapangan jauh dari ekspektasi. Lapisan hotmix retak, terkelupas, bahkan hancur di sejumlah titik. Publik pun mempertanyakan kualitas pekerjaan dan lemahnya pengawasan dari Dinas PUPR Sinjai.
“Materialnya dari Bulukumba, dan dari awal memang kualitasnya sudah diragukan,” ungkap seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan.
Sebelumnya, perusahaan yang sama juga disorot atas proyek pengaspalan ruas Serre–Caboro, Desa Palae, Kecamatan Sinjai Selatan, tahun lalu.
Proyek itu bahkan diperintahkan dibongkar oleh anggota DPRD Sinjai, Andi Jusman, ST, karena rusak hanya dalam hitungan minggu.
“Sekitar 200 meter jalan yang di-hotmix hancur sebelum dilewati kendaraan. Saya minta dibongkar dan dikerja ulang,” tegas Jusman kala itu.
Dugaan lain muncul: pekerjaan dilakukan pada malam hari dengan aspal hangus, tanpa pengawasan publik, demi mengejar target penyelesaian akhir tahun.
Meski menuai kritik, PT Catur Jaya Prima Sejahtera kembali dipercaya menangani proyek sejenis di beberapa ruas utama Sinjai tahun ini. Fakta tersebut menimbulkan tanda tanya besar: di mana mekanisme evaluasi dan tanggung jawab pengawasan PUPR Sinjai?
Ketua Umum LSM Bersatu Sinjai, Nurzaman Razaq, meminta Unit Tipidkor Polres Sinjai turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fisik proyek.
“Tipidkor harus turun. Periksa fisiknya, panggil PPK, Kabid Bina Marga, dan pihak kontraktor. Jangan biarkan kerugian negara terus berulang,” tegasnya dalam rilis resmi.
Sorotan keras juga datang dari Ketua APDESI Kabupaten Sinjai, Andi Asis Soi alias Karaeng Asi, yang menilai aspirasi masyarakat desa diabaikan oleh pihak PUPR. Selasa (21/10/2025)
“Jangan santai menyikapi proyek raksasa ini. PUPR harus beri kejelasan dan tanggapan. Ini uang rakyat, dan dampaknya langsung ke masyarakat desa,” tandas Karaeng Asi kepada tim media ini.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Sinjai, Haris Ahmad, serta pihak pengawas proyek belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi.
Amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto
Dalam beberapa kesempatan, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab moral bagi seluruh aparatur negara serta pelaksana proyek yang menggunakan uang rakyat.
“Kita tidak boleh bermain-main dengan uang rakyat. Setiap rupiah adalah amanah. Bila ada yang mempermainkan kualitas pekerjaan, berarti ia mempermainkan masa depan bangsa,” tegas Presiden Prabowo dalam amanat nasional mengenai tata kelola pembangunan infrastruktur, di Jakarta.
Presiden juga mengingatkan bahwa pemerataan pembangunan bukan sekadar membangun fisik, tetapi membangun kepercayaan rakyat kepada negara.
“Rakyat di pelosok Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara, sampai Aceh — semua berhak atas jalan yang kuat, air bersih, dan pelayanan dasar yang bermartabat. Pengawasan harus diperketat, jangan ada lagi proyek asal jadi,” ujarnya.
Dalam pidatonya di hadapan jajaran pemerintah daerah, Presiden Prabowo menegaskan akan memberi perhatian serius terhadap penyelewengan anggaran dan praktik korupsi di sektor infrastruktur.
“Saya akan perintahkan Menteri PUPR dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas siapa pun yang terbukti mempermainkan kualitas proyek publik. Tidak ada kompromi untuk pengkhianatan terhadap rakyat,” tegas Presiden dalam pidato tersebut.
Kasus proyek jalan di Sinjai menjadi cermin bahwa pengawasan publik dan integritas pejabat daerah masih menjadi tantangan besar dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.
Amanat Presiden Prabowo Subianto menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya soal angka dan seremonial, tetapi soal tanggung jawab kepada rakyat dan Tuhan.
Video Amanat Presiden Prabowo Subianto: “Jangan Main-main dengan Uang Rakyat!”