SMK Ma’arif NU Kajen Tegakkan Revitalisasi Pendidikan Vokasi: Dari Tata Kelola Bersih hingga Sinergi Dunia Industri

SalamWaras, Pekalongan — Semangat perubahan bergema dari ruang aula SMK Ma’arif NU Kajen, Kabupaten Pekalongan. Selasa, 11 November 2025, sekolah ini menjadi tuan rumah Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi dan Tata Kelola Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang digelar oleh LP Ma’arif NU Jawa Tengah.

Hadir sebagai narasumber utama, Fakhruddin Karmani, S.Pd., M.S.I, Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah, yang menegaskan pentingnya pengelolaan sekolah kejuruan berbasis profesionalisme, transparansi, dan sinergi dengan dunia industri (DUDI).

Bacaan Lainnya

“Revitalisasi SMK tidak cukup hanya dengan slogan perubahan. Ia harus menyentuh jantung pengelolaan — tata kelola yang bersih, kolaborasi lintas sektor, dan pembentukan budaya kerja yang unggul,” tegas Fakhruddin di hadapan para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan SMK di bawah naungan LP Ma’arif NU Jawa Tengah ini menjadi wadah penguatan mutu pendidikan kejuruan sekaligus tindak lanjut dari kebijakan Revitalisasi SMK sebagaimana diamanatkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.

Dalam Inpres tersebut, Presiden menginstruksikan kementerian terkait dan pemerintah daerah untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan kejuruan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, memperbarui kurikulum, serta meningkatkan kompetensi guru dan manajemen sekolah.

Langkah LP Ma’arif NU Jawa Tengah ini menjadi manifestasi konkret dari amanat regulasi tersebut.

Melalui Bimtek ini, peserta diajak memahami peta jalan revitalisasi SMK — mulai dari tata kelola kelembagaan, penguatan kerja sama industri, hingga rekonstruksi kurikulum berbasis kebutuhan lapangan kerja.

“Sekolah harus menjadi pusat pembelajaran yang hidup, bukan sekadar tempat mengajar. Spirit Nahdlatul Ulama adalah mengabdi melalui pendidikan yang menumbuhkan karakter, keterampilan, dan akhlak,” tambah Fakhruddin.

Kegiatan ini juga menegaskan posisi SMK Ma’arif NU sebagai pilar penting dalam misi besar pendidikan kejuruan yang berkeadaban.

Para peserta aktif berdiskusi dan berbagi praktik baik mengenai manajemen sekolah, sistem penjaminan mutu internal (SPMI), serta optimalisasi peran kepala sekolah sebagai manajer pembelajaran.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh SMK di lingkungan LP Ma’arif NU Jawa Tengah semakin siap menghadapi tantangan global — berakar pada nilai keislaman dan kebangsaan, namun tangkas menghadapi transformasi industri dan digitalisasi.

“Revitalisasi adalah jalan panjang. Tapi dengan niat ikhlas, tata kelola yang kuat, dan sinergi yang nyata, kita bisa melahirkan generasi Ma’arif yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga luhur akhlaknya,” pungkas Fakhruddin.

Namun revitalisasi sejati bukan hanya soal program dan pelatihan. Ia adalah soal nurani dalam pengelolaan.

Setiap yayasan di bawah naungan LP Ma’arif NU seharusnya tidak hanya menulis nama lembaganya indah di atas berkas, tapi juga menulis kejujuran di hati para pengelolanya.

Karena pendidikan bukan ladang untuk menanam laba, melainkan ladang untuk menumbuhkan harapan.

Yang mencari untung di atas nama yayasan, sejatinya sedang menagih rugi dari masa depan anak bangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *